oleh

Pajak Untuk Pembangunan dan Kesejahteraan Masyarakat

Pajak untuk Pembangunan dan Kesejahteraan Masyarakat
Kepatuhan wajib pajak (WP) semakin meningkat dalam membayar pajak daerah. Ini mendorong Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Kota Surakarta menggelar gathering wajib pajak terbaik bersama Walikota. Gathering kali kedua ini berlangsung di Ballroom Hotel Alila Solo, Selasa malam (26/11). Mengundang 70 WP dengan pembayaran pajak tertinggi.
Kepala BPPKAD Surakarta Yosca Herman Soedradjad menjelaskan, gathering sebagai wujud ucapan terima kasih dari Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta. Kepada WP yang nominal pajaknya terbesar dan terbaik. Termasuk ketaatan dan ketepatan waktu membayar pajak.
Hingga kini, capaian target pajak di Kota Bengawan Rp 370 miliar. Sedangkan pada periode yang sama tahun lalu, capaian pajak sebesar Rp 330 miliar. Artinya terjadi peningkatan Rp 41 miliar.
“Pajak ini manfaatnya untuk membangun dan menyejahterakan Kota Surakarta. Target kami ke depan menuju Kemandirian PAD (pendapatan asli daerah). Di mana pada 2016 baru memberikan kontribusi 21 persen dalam mendukung belanja daerah. Dan pada 2019 ini kontribusi PAD dalam APBD (anggaran pendapatan dan belanja daerah) sebesar 29 persen. Menurut Kementrian Keuangan, kabupaten/kota masuk kategori Kemandirian PAD setelah menyentuh 30 persen. Dan ini target kami di 2020,” terang Yosca.
Ditambahkan Yosca, jenis pajak yang memberikan kontribusi tertinggi yakni pajak bumi dan bangunan (PBB). Sebesar Rp 95 miliar. Disusul pajak bea perolehan hak atas tanah dan bangunan (BPHTB), pajak hotel dan resto, serta masih ada pajak lainnya.
Nah, mencapai target tersebut, BPPKAD menerapkan sistem pajak online. Memberi kemudahan WP dalam membayar pajak. Kemudian memasang terminal monitoring device atau alat transaksi pajak online di setiap hotel dan restoran. Saat ini sudah ada 225 alat terpasang dan di 2020 akan tambah 750 alat.
Sementara itu, dalam gathering juga diserahkan hadiah bagi WP yang sudah diundi pada Minggu pagi (13/10) saat gelaran Solo Car Free Day (CFD) di depan Loji Gandrung. Berupa tiga unit mobil dan tujuh unit sepeda motor. Selain itu juga diberikan piagam dan souvenir bagi 10 WP terbaik. Di antaranya Hotel Alila Solo, POP! Hotel, dan Solo Paragon Hotel and Residences.

Foto By Bram_RadarSolo

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed